7 Cara Belajar Efektif Menurut Penelitian

7 Cara Belajar Efektif Menurut Penelitian

Meski belajar di rumah dengan sistem daring, kegiatan belajar tetap menjadi sebuah kewajiban bagi para siswa yang masih aktif sekolah. Apalagi tuntutan belajar tak hanya berasal dari diri siswa sendiri, melainkan juga dari orang tua. Setelah mengikuti kelas online dari hari Senin hingga Sabtu selama 8 jam lalu lanjut mengerjakan tugas, kegiatan dilanjut dengan kegiatan les private Jakarta bagi siswa yang tinggal di Jakarta.

Lantas, apakah rutinitas ini efektif untuk dilakukan agar siswa berprestasi akademis? Sepertinya tidak. Ada cara belajar efektif lainnya yang berhasil diungkap. Kali ini cara belajar yang satu ini terbukti efektif karena didapat dari data sejumlah penelitian. Kira-kira apa saja caranya? Simak informasinya berikut ini. 

Tahukah Anda, cara belajar efektif sebaiknya tidak dilakukan di malam hari. Menurut sejumlah penelitian, waktu terbaik untuk belajar adalah di pagi hari, tepatnya saat fajar hingga sebelum jam sekolah. Waktu-waktu ini sangatlah tepat karena segala jenis materi yang kita pelajari akan mudah dipahami. Hal ini disebabkan oleh karena otak kita dalam kondisi fresh di pagi hari. Ketika otak dalam kondisi fresh, daya konsentrasi kita akan meningkat. Apalagi dibarengi dengan istirahat yang cukup di malam harinya. 

7 Cara Belajar Efektif Menurut Penelitian

Cara Belajar Efektif: Olahraga 

7 Cara Belajar Efektif Menurut Penelitian
Gambar oleh Jenia Nebolsina dari Pixabay

Cara belajar efektif berikutnya yaitu dengan rutin berolahraga. Apa hubungannya olahraga dengan aktivitas belajar? Memang terkesan kurang nyambung. Atau mungkin teman kamu yg hobi belajar akan mengatakan ini,  “daripada buat olahraga, mending waktunya aku manfaatin buat belajar atau ngerjain latihan soal”. 

Tapi tahukah kamu bahwa olahraga itu sangat bermanfaat buat otak loh. Kegiatan fisik yang dilakukan secara rutin seperti olahraga mampu tingkatkan daya ingat dan konsentrasi loh, jadi sangat baik untuk menghafal ataupun memahami materi pelajaran. Cobain deh. 

Fakta lain dari rutin berolahraga bagi kesehatan otak dan tubuh kita adalah bahwa olahraga secara kimia dapat melancarkan peredaran darah dan hormon yang ada di dalam tubuh kita, termasuk peredaran darah yang menuju ke otak kita. Dampak baiknya, fungsi otak pun akan menjadi lebih optimal. Itulah mengapa kita akan lebih mudah berkonsentrasi dalam mempelajari suatu materi pelajaran ataupun dalam mengerjakan soal.

Tapi ingat ya, lakukan olahraga yang ringan saja seperti jogging di pagi hari, berenang, atau sekedar lakukan gerakan-gerakan ringan selama kurang lebih 30 menit. Bila perlu lakukan olahraga rutin ini secara rutin agar otak dan tubuh kita selalu dalam kondisi fresh. 

Relevansi antara olahraga dan kemampuan kognitif rupanya pernah menjadi objek penelitian loh. Penelitian ini dilakukan sekitar tahun 2013 lalu. Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa laki-laki yang rutin bersepeda selama 15 menit hingga 30 menit mengalami peningkatan kemampuan kognitif yang cukup signifikan. 

Daya ingatannya pun menjadi lebih tajam. Data ini kemudian dibandingkan dengan laki-laki lainnya dari rentang usia yang sama dan dari lingkungan yang kurang lebih sama. Dan hasil perbandingannya sungguh berbeda. 

Masih dari hasil penelitian yang sama, laki-laki yang rutin bersepeda selama 15 hingga 30 menit terjadi pengurangan jumlah hormon Kortisol, yaitu jenis hormon penyebab stress. Olahraga di sini dapat diibaratkan sebagai sebuah mobil dan kerangkanya. 

Jika kamu rutin berolahraga, maka kamu akan memiliki rangka yang segar dan kuat. Efeknya, ketika mobil dimasuki oleh muatan dalam jumlah besar pun, mobil tetap kuat dan stabil. Demikian juga dengan otak manusia. Tak heran jika olahraga masuk dalam list cara belajar efektif yang wajib dicoba.

Tak ada salahnya untuk mempraktikan cara belajar efektif yang satu ini. Selain akan membuat otak kamu fresh, tubuh kamu juga akan bugar, sehat, dan segar. Wajib coba yuk. Sebenarnya ada cukup banyak jenis olahraga ringan yang bisa kamu jadikan referensi. 

Sebut saja olahraga senam dengan gerakan-gerakan yang mudah dan sederhana. Kamu bisa memulainya di pagi hari sebelum kelas online dimulai. Lakukan gerakan-gerakan senam sederhana ini 10-15 menit saja. Dijamin kamu akan langsung rasakan fisik yang segar dan siap untuk mengikuti kelas online.

Cara Belajar Efektif: Belajar dengan Caramu  

Cara Belajar Efektif: Belajar dengan Caramu
Gambar oleh Pexels dari Pixabay

Selain olahraga, ada cara belajar efektif lainnya yang bisa kamu coba, yaitu belajar dengan caramu. Tiap orang pasti memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Gaya belajar yang dipilih tentu gaya belajar yang paling membuat kamu nyaman dan merasa tidak terbebani; alias kamu menjalani aktivitas belajar ini atas kemauan kamu sendiri. 

Namun ada satu hal yang wajib kamu perhatikan ketika akan mulai belajar, yaitu sebaiknya jangan terpaku pada waktu. Pada intinya, tidak perlu terikat oleh waktu. Belajarlah dengan enjoy tanpa harus terpaku pada satu waktu. Misal di malam hari dan waktu-waktu lainnya. 

Coba bandingkan ketika kamu menjalani aktivitas belajar yang telah terikat oleh waktu. Selain hanya akan menambah beban, cara semacam ini tentu akan kurang efektif dan mengganggu konsentrasi belajar. Sebaliknya, coba sekali-kali kamu aplikasikan cara belajar efektif seperti belajar yang hanya difokuskan pada topik-topik tertentu yang benar-benar ingin kamu kuasai. 

Baca juga: 5 Software WiFi Terbaik Untuk Laptop

Cara Belajar Efektif: Hindari Belajar dengan Cara Barbar

Hindari juga cara belajar ‘bar-bar’ karena terbukti sangat tidak efektif. Contoh dari cara belajar barbar di sini misalnya adalah cara belajar kebut semalam. Selain tidak efektif, tentu sangat tidak baik untuk kesehatan tubuh kita. Tubuh dan otak kita dipaksa untuk terus terjaga. 

Sebenarnya ada cara belajar efektif lainnya yang patut kamu coba. Cara belajar yang dimaksud adalah belajar singkat. Sesuai dengan namanya, cara belajar singkat hanya membutuhkan durasi belajar yang singkat. Cara belajar semacam ini tentu dapat mencegah kram pada otak kita.

Kram otak di sini adalah suatu kondisi di mana otak kita tidak dapat menampung informasi apapun akibat terlalu banyak informasi yang masuk ke dalam memori kita dalam waktu yang bersamaan. Kondisi kram otak ini berpotensi menyebabkan stress yang berkepanjangan. Tentu kamu gak ingin stress kan. 

Dampak buruk lainnya dari adanya kram otak adalah dapat mengganggu ingatan jangka panjang pada otak kamu. Memori jangka panjang kamu akan menjadi lemah. Alhasil, materi yang telah kamu pelajari hari ini akan lenyap hanya dalam hitungan hari saja. 

Cara Belajar Efektif: Teknik Pomodoro

Nah, bagi yang suka belajar seorang diri karena dinilai suasana sepi dapat memudahkan pikiran berkonsentrasi, coba cara belajar efektif yang satu ini: pomodoro. Cara belajar yang satu ini pertama kali dicetuskan oleh Francesco Cirillo sekitar akhir tahun 1980an. 

Teknik belajar pomodoro terdapat 5 tahapan: tentukan materi yang akan dipelajari, set waktu belajar kurang lebih 25 menit, fokus belajar sesuai dengan materi yang kamu pilih tadi, istirahat kurang lebih 5 menit, lalu ulang kembali materi. Lakukan tahapan-tahapan ini secara berulang hingga 4 kali. Setelah itu, kamu boleh istirahat selama 15 hingga 30 menit. 

Cara Belajar Efektif: Metode Kumon

Cara Belajar Efektif: Metode Kumon

Atau kamu juga bisa adopsi cara belajar efektif ala Toru Kumon. Mungkin kamu tak asing dengan nama Kumon. Nama Kumon melejit setelah nama ini dijadikan sebagai nama lembaga bimbingan belajar terkenal di kota-kota besar di Indonesia. 

Toru Kumon sekitar tahun 1950-an mengaplikasikan metode belajar yang unik tapi efektif. Mulanya metode belajar ini hanya diaplikasikan untuk buah hatinya yang masih SD. Rupanya metode belajar ini sangat efektif. 

Metode belajar ala Kumon ini fokus pada kegiatan mengerjakan soal selama 30 menit setiap harinya. Soal-soal yang dikerjakan mulanya adalah soal-soal yang mudah. Semakin hari jenis soal yang diberikan grade-nya semakin sulit. 

Selain sulit, materi yang terdapat pada soal juga akan sedikit sedikit dikaitkan dengan materi lain. Metode Kumon ini pernah menjadi subjek sebuah penelitian yang dilakukan di Washington University sekitar tahun 2010 lalu. 

Hasil penelitian menunjukan bahwa belajar dengan cara mengerjakan latihan-latihan soal jauh lebih efektif bila dibandingkan dengan belajar dengan cara membaca materi saja. Namun jika kamu merasa perlu untuk menghafal materi terlebih dahulu, tentu tak masalah. Akan jauh lebih baik lagi apabila diiringi dengan kegiatan mengerjakan latihan-latihan soal. 

Bila perlu, kerjakan latihan soal dengan tingkat kesulitan yang bertahap. Dengan cara ini, tentu saja skill kamu akan meningkat dengan sendirinya. Apalagi latihan-latihan soal yang kamu kerjakan memiliki varian tipe soal yang berbeda. 

Mulailah latihan soal materi dasar terlebih dahulu. Setelah yakin telah menguasai berbagai tipe soal-soal dasar, silahkan beralih ke latihan soal yang lebih kompleks dan lebih sulit. Cara belajar efektif yang satu ini memiliki tingkat efektivitas yang tinggi. 

Baca juga: Rekomendasi Printer Murah

Cara Belajar Efektif: Membuat Ringkasan dengan Bahasa Sendiri

Masih bersumber dari penelitian, ada juga cara belajar efektif lain yang wajib kamu coba. Cara belajar yang dimaksud adalah dengan membuat catatan materi sendiri. Buatlah catatan dengan menggunakan bahasamu sendiri. Buatlah catatan yang singkat namun padat.

Dengan bekal catatan sendiri, otak kita akan jauh lebih mudah untuk merekam dan mengingat materi apa saja yang telah kita catat. Selain itu, cara belajar lainnya yang juga terkenal sangat efektif adalah dengan melalui musik. 

Cara Belajar Efektif: Musik

Gambar oleh Luisella Planeta Leoni dari Pixabay

Kamu bisa manfaatkan lagu-lagu kesayangan kamu sebagai backsound momen belajar kamu. Atau dengarkan musik klasik yang sifatnya menenangkan sehingga nuansa yang tercipta di ruangan di mana kamu biasa belajar akan jauh lebih tenang dan kondusif, sangat cocok untuk memulai kegiatan belajar. 

Musik kesukaan tentu akan membantu untuk menciptakan mood baik. Mood yang baik adalah tanda yang baik untuk memulai kegiatan belajar. Musik-musik yang dapat tingkatkan mood baik tentu akan memicu produksi hormon dopamin, yaitu hormon yang dapat menciptakan perasaan tenang dan bahagia. Hormon ini juga dapat menghindarkan kita dari rasa stress yang berkepanjangan. Alhasil, belajar pun akan menjadi kegiatan yang menyenangkan.

Dan tahukah kamu, ketika kita sedang mendengarkan musik, saraf-saraf pada otak kita akan menjadi lebih aktif karena terstimulasi oleh nada-nada yang kita dengarkan. Hal ini terjadi karena sinyal listrik pada saraf-saraf kita dapat menstimulasi kedua belahan otak kita, lalu mengaktifkan area khusus pada otak yang ada kaitannya dengan kemampuan kognitif, memori, dan juga emosional. 

Bagaimana, setelah mengetahui beberapa cara belajar efektif di atas, cara mana yang akan kamu aplikasikan? Apapun pilihannya, pastikan cara yang kamu pilih ini telah sesuai dengan gaya belajar kamu sehingga kegiatan belajar pun akan terasa menyenangkan. 

Garuda WebDev
Bekerja sebagai SEO Expert di Garuda Web Development. Sebuah layanan jasa pembuatan website dan SEO Profesional.